Wednesday, September 6, 2017

Review: RiRe Lip Powder in Hot Plum (No. 02)



Gosh, finally I feel like making a review in English again. I'm sooo missing doing this. And this time I'll be reviewing RiRe Lip Powder, which is kinda interesting since, as the name implies, this is actually a lip tint in the form of powder.




PACKAGING. This lip tint comes in a cute tiny bottle made of clear plastic and a black cap that looks like errr... an elf hat, or mushroom, or... whatever you name it. It also comes in a black and pink carton box with a small opening on the front so you can actually see the powder shade.






THE APPLICATOR itself has the shape of a doe-foot, it's soft and flexible, but the handle is too short and that black mushroom hat kinda blocks my view when applying the product onto my lips, so it doesn't allow for an accurate application. Also the opening on the bottle was too small for the applicator. I had a difficulty getting it out of the bottle and afraid the applicator tip will slip off of the wand and trapped inside the bottle for the rest of its miserable life. 






THE TEXTURE itself is obviously powder, pink powder to be exact. At first I wasn't quite sure how on earth the powder will stick to my skin, but as you apply it onto your skin it magically turns into something watery, liquidy (is it even a word?), or more like gel. When first applied, it looks a bit uneven, but wait for a second and it'll turn into an even matte result as it dries. As I apply it, I don't smell any weird scent whatsoever, just a hint of chemical smell but will fade eventually.






THE SHADE. Since this is a lip tint, I will apply it in two ways, full lips and gradient. On my lips, this Hot plum turns into a strawberry milk color, but when I apply it full lips I have to put on several layers to get an even result, the color also turns into a bright pinkish red. So I think the shade is buildable.

THE PIGMENTATION is low to medium. I won't put my hopes too high in term of pigmentation. This is a lip tint, please. At first, building one layer only is easy. But to get an even result as you build more layers is a challenge since it tends to be patchy.




This lip product stays pretty well on my skin for the whole day, although it really depends on how you eat or drink. Since this is water based, it feels a little bit drying on me. So moisturizing in advance is a must. It will also leave a mark on your coffee cup but just in tiny bit, but the good thing is, I don't feel that tacky feeling like you have when wearing a matte lip cream (duh!).

Overall I am not so sure what to name this product. If it's a lip tint, it doesn't really tint your lips because you can still take it off with makeup remover for the most part. Do you get it? But I think this is a good try if you get bored with some common lip tint product.




Monday, September 4, 2017

Review: L'Oreal Paris White Perfect Clinical Derm White Essence, Day Cream, dan Overnight Treatment (*)



Kulit yang kusam dan warna yang tidak cerah merata kayaknya jadi masalah kebanyakan orang ya. Maunya warna kulit itu rata. Bukan putih melulu ya, tapi cerah dan warnanya merata. Nah, untuk mengatasi masalah ini, saya lagi coba rangkaian produk dari L'Oreal Paris White Clinical yang diklaim tidak hanya sekedar mencerahkan, tapi juga dapat menyamarkan noda hitam dan merawat keremajaan kulit.

Kayak apa sih produknya? Yuk kita bahas satu-satu.






Derm White Essence

(Rp. 214.000)





L'Oreal Paris White Perfect Clinical Derm White Essence adalah serum atau essence yang mengandung Derm White Technology, yaitu gabungan tiga bahan aktif yang dikenal dapat memberikan aksi pencerah pada kulit:
  • Actyl C: bahan aktof pencerah, membantu menyamarkan noda hitam pada kulit.
  • Adenosine: membantu mengurangi produksi melanin untuk mencegah pigmentasi kulit.
  • Fibrelastyl: mambantu kulit tampak lebih cerah merona.
Klaimnya adalah hasil yang terlihat sejak pemakaian pertama. Kulit terasa lebih lembab, lebih cerah merona, dan noda hitam tersamarkan.






Untuk kemasan Derm White Essence ini terlihat mewah banget dengan botol kaca berwarna silver dan tutup pipet yang menjamin kehigienisan isi produk. Botolnya ini walaupun kecil tapi lumayan berat. Isinya 30 ml. Di kotaknya terdapat informasi lengkap mengenai produk ini dari mulai komposisi bahan, tanggal kadaluarsa, dll. Kamu bisa klik gambar di bawah ini ya untuk lebih jelasnya.






Produk ini memiliki tekstur cair walau gak terlalu cair dan warna yang bening tapi juga gak terlalu bening (apa sih...?). Ada aroma bunga yang menurut saya agak menyengat dan masih tercium selama produk ini masih menempel di kulit. Rasanya di kulit juga agak lengket dan agak lama meresap ke kulit. Untuk menghindari rasa lengket ini saya cukup pakai dua tetes saja. Ini dipakai pagi dan malam hari sebelum memakai krim pagi dan krim malamnya.



Day Cream SPF 19 PA+++

(Rp. 161.000)


LOREAL-PARIS-WHTE-CLINICAL-REVIEW-ESYBABSY



L'Oreal Paris White Perfect Clinical Day Cream ini adalah krim sian yang mengandung Pro-Vanish 3 yaitu bahan aktif pencerah yang membantu mengurangi produksi melanin pada kulit, dan SPF 19 PA+++ yang memberikan perlindungan dari UVA/UVB sehingga mencegah timbulnya noda hitam dan warna kulit yang gelap.





Krim pagi ini dikemas dalam jar kaca berwarna putih dengan tutup silver berisi 50 ml produk. Jar nya ini terbuat dari kaca yang lumayan tebal jadi agak berat juga. 






Tekstur produk ini adalah krim yang pas, fak terlalu kental atau cair. Warnanya krimnya merah muda jadi selain bisa melembabkan juga bisa bikin muka keliatan cerah, pakai bedak atau bb cream jadi lebih nempel dan lebih bagus jtohnya di kulit. Saya menggunakannya siang hari setelah menggunakan Derm White Essence-nya.

Sayangnya lagi-lagi saya kurang suka dengan aroma bunga yang agak menusuk dan teksturnya di kulit yang agak lengket, meresapnya pun juga agak lama. Jadi disarankan banget pake krim ini harus sabar dan jangan banyak-banyak, cukup dua kali colek aja.


Overnight Treatment

(Rp. 192.000)




L'Oreal Paris White Perfect Clinical Overnight Treatment adalah krim malam untuk membantu regenerasi kulit di malam hari, mengandung
  •  Pro-Vanish 3 Technology: kombinasi tiga bahan pencerah, membantu mencerahkan dan berperan dalam regenerasi kulit di malam hari.
  • Vitamin B3: membantu mencerahkan kulit.
  • Procystein: membantu mengurangi produksi melanin berlebih.
  • Bio-peeling ex: membantu menjadikan kulit tampak lebih halus dan lebih cerah.





Krim malam ini dikemas dalam jari yang mirip dengan krim paginya, hanya saja warnanya biru jadi gampang dibedakan walaupun lagi ngga pake kacamata hehehe. 






Produk ini krimnya berwarna putih susu. Teksturnya juga sama persis dengan krim paginya, yang membedakan hanya warna dan fungsinya. Aromanya juga khas ya seperti dua produk yang tadi sudah saya sebutkan, yaitu aroma bunga (mawar kah?) yang agak semerbak menurut hidung saya. Rasanya di kulit pun agak lengket dan lama meresap. Maka sekali lagi saya sarankan untuk tidak menggunakannya terlalu banyak. Jadi hemat juga kan?

L'Oreal Paris White Perfect Clinical Overnght Treatment ini saya gunakan malam atau sore hari (tergantung kapan mood-nya) setelah menggunakan Derm White Essence.



***



LOREAL-PARIS-WHTE-CLINICAL-REVIEW-ESYBABSY
Tekstur masing-masing produk L'Oreal Paris White Perfect Clinal







Saya baru menggunakan produk ini kurang dari sebulan. Kebetulan akhir-akhir ini pola makan dan pola tidur saya lagi kacau, akibatnya kulit saya jadi ditumbuhi jerawat di tempat yang aneh-aneh: di rahang lah, di pelipis lah, di deket alis lah, dll. Di beberapa spot juga lagi banyak dark spot, jadi keliatan nggak rata warnanya.

Rangkaian L'Oreal Paris White Perfect Clinical ini memang nggak bisa mengobati jerawat saya (saya pake obat jerawat lain), tapi so pasti bekas jerawatnya nggak akan hilang dengan cepat. Setelah pake tiga rangkaian produk ini, bekas jerawat saya memudar walau tidak sepenuhnya, tapi yang saya suka bekas jerawatnya itu nggak jadi kehitaman. Di beberapa spot wajah yang banyak masalah dark spot juga tersamarkan.

Hanya saja karena tekstur krim yang agak lengket, produk ini cocok dipake buat yang punya kulit kering, karena dia sifatnya melembabkan banget. Karena di kulit saya yang normal ini pun hasilnya setelah dipake setelah beberapa lama keliatan jadi berminyak. 



LOREAL-PARIS-WHTE-CLINICAL-REVIEW-ESYBABSY



Overall, di luar dari beberapa kekurangan tadi, saya cukup puas memakai rangkaian L'Oreal Paris White Perfect Clinical ini. Muka jadi lebih cerah bercahaya, bebas noda hitam, dan warna kulit lebih cerah merata. Apalagi dia gampang banget didapat di konter-konter L'Oreal di department store, drusgtores, toko-toko kosmetik, dll. Kamu juga bisa mendapatkannya secara online di blibli.com dan Lazada.com.

Untuk info lebih lanjut kamu bisa main ke instagram page nya L'Oreal Paris di @GETTHELOOKID, #myperfectglow, dan #LorealParisID, atau kamu juga bisa mengunjungi link ini:  http://bit.ly/WhitePerfectClinical





Monday, August 21, 2017

Review: Wardah Exclusive Matte Lip Cream in Pink Me (04) and Feeling Red (06)

WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY


Gak ada habis-habisnya ya kalo mau ngomongin matte lip cream. Buat yang udah bosen sama review produk sejenis ini kayaknya harus menyerah deh, karena sepertinya ini akan jadi trend yang lumayan long lasting, mungkin sampai beberapa ratus tahun ke depan :D

Nah salah satu lip cream merk lokal yang ngehits banget tapi kaga gue review-review adalah Wardah. Kenapa? Males aja sih. Tiap mau beli, hasratnya keburu kesalib beli yang laen. Misalnya lagi liat-liat Wardah lip cream ini di Dandan Store, eeeh ujug-ujug malah beli minyak kayu putih. Hal ini terus berulang sampe akhirnya Wardah mengeluarkan seri baru dari Exclusive Matte Lip Cream ini. Akhirnya ya udah gue beli juga.


WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY



Kemasan Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini standar aja berupa silinder dari plastik dan tutup berwarna silver. Silinder-nya ini transparan (atau at least berwarna persis seperti isinya) jadi gampang banget kalo mau liat warna lip creamnya. Untuk kotaknya sendiri berwarna mirip dengan warna lip cream-nya juga, gue suka banget design kotaknya. Lucu-lucu pop art gitu, beda sama design kotak lamanya yang warna silver. Yang gue suka lagi, di kotaknya ini tertulis jelas jenis warnanya, komposisi bahan, no BPOM, tanggal kadaluarsa, pokoknya lengkap deh. Cuma PAO aja yang nggak ada. Untuk yang satu ini kayaknya cukup berpatokan sama tanggal kadaluarsanya aja.



WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY


WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY


WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY


Aplikatornya berbentuk doe foot seperti umumnya produk sejenis, tapiii ukurannya lebih panjang dan lancip. Bantalannya juga empuk jadi lumayan membantu hasil aplikasi yang lebih rata.



WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY


Ada total 12 warna dari seri Exclusive Matte Lip Cream ini, maunya sih gue beli semua. Tapi gue mikir, mau ditarok di mana lageee lipstik-lipstik gue. Adoooh. Akhirnya setelah add cart semaleman, paginya gue delete beberapa warna dan menyisakan dua warna ini aja: Pink Me dan Feeling Red.


WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY



Tekstur produk ini berupa krim yang pas konsistensinya, gak terlalu cair atau kental. Sekali oles di tangan langsung keluar warnanya. Aromanya seperti vanilla atau kue. Soft sih, nggak terlalu menusuk. Tapi samar-samar masih tercium bau kimia kayak cat. Meskipun begitu ini akan hilang dengan sendirinya setelah dioleskan beberapa menit.



WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY
Wardah Exclusive Matte Lip Cream in Feeling Red

FEELING RED ini adalah merah dengan warm/orange undertone. Banyak yang bilang ini cool undertone tapi gue kaga ngeliat ada cool-cool-nya sama sekali. Warna ini bagus walau jauh dari ekspektasi gue yang ngarepin dapet true tone red. Feeling Red ini cocok buat pemilik kulit terang atau medium. Formulanya juga juara. Sekali oles langsung rata, cinta deh pokoknya sama yang ini.



WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY
Wardah Exclusive Matte Lip Cream in Pink Me

PINK ME. Gue suka mendeskripsikan warna ini dengan istilah 'pink susu stroberi' karena emang literally mewakili susu stroberi banget. Warna ini kurang cocok buat yang punya kulit medium karena hasilnya akan keliatan neon. 

Pigmentasi dan formulanya gak sebagus Feeling Red karena untuk sekali oles gak langsung rata. Kalo mau dioles lagi saran gue tunggu sampe kering dulu karena kalo gak hasilnya bisa seperti gambar di atas. Ancur. Aslinya kalo kalian cukup sabar mengoleskannya hasilnya bisa matte dan smooth seperti gambar swatch di bawah ini. Untuk gambar yang di atas itu sengaja gue post juga walau ancur karena di foto itu warnanya lebih mendekati aslinya.


WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY
Wardah Exclusive Matte Lip Cream in Pink Me


Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini bukanlah matte lip cream yang transferproof, hasilnya gak dead matte karena tetap akan nempel kalau tersentuh, walau transfernya nggak akan separah kalo pake lipstik creamy yah. Enaknya lip cream model begini, dia gak bikin bibir berasa ketarik banget. 

Begitu dioles dia perlu waktu yang lumayan lama untuk bener-bener kering sempurna, jadi kalian harus sabar dan tahan godaan untuk tidak mengatupkan bibir kalo belom kering bener. Sedikit catatan, Feeling Red lebih cepet kering dibanding Pink Me.

Daya tahan produk ini lumayan bagus, kedua warna ini menempel lumayan lama. Cuma emang setelah makan ada sedikit bagian yang rontok. Gak enaknya setelah dibawa makan, di bagian dalam bibir dia berubah agak flaky gitu.

Overall, di luar dari semua kekurangannya, produk ini gue bilang kualitasnya lumayan layak untuk dikoleksi. Pilihan warnanya lumayan banyak dan semuanya tergolong warna-warna aman. Harganya juga terjangkau, per buah dibandrol dengan harga rata-rata Rp. 50.000. Untuk harga segitu sih gue gak mau terlalu muluk-muluk mimpinya. 




Friday, August 11, 2017

Review: Maybelline Super BB Cushion SPF29 PA+++ in Light No. 2



BB Cushion atau BB Cream/foundation dalam bentuk cushion itu praktis banget loh. Ini tuh kayak perpaduan dari liquid foundation/bb cream yang gampang di blend tapi sekaligus praktis kayak pake bedak compact. Intinya ini tuh liquid base dalam bentuk compact. Kalo butuh dandan cepet mah tinggal pake ini aja buat gue udah cukup. Praktis banget. Awalnya emang produk semacam ini dipelopori oleh brand-brand kosmetik Korea. Dulu gue pernah nyobain dari brand Missha. Abis itu udah males gue nyobain BB Cushion, karena menurut gue di luar dari kepraktisannya, produk kayak gini tuh terbilang mahal. Bayangin aja, untuk harga yang ga murah kita cuma dapet produk seuprit karena udah mahal di kemasannya. Iya, kemasan cushion-nya itu mahal. Gue sempet browsing cari kemasan kosongnya dan harga 100 ribu perak itu udah yang paling murah loh. Gak tau deh kalo ada yang lebih murah lagi.

Cumaaa ya namanya juga makeup hoarder, pas Maybelline ngeluarin produk BB Cushion gue tergoda juga soalnya brand ini udah lama banget jadi favorit gue dari kuliah. Lama ya hehehe. Harganya masih reasonable dengan kualitas produknya yang gak malu-maluin. Maybelline sendiri mengeluarkan dua seri BB Cushion, yang Super BB Cushion Fresh Matte (kemasan hijau) dan Super BB Cushion (kemasan rose gold). Untuk yang kemasan hijau hasilnya lebih matte dibanding yang rose gold, tapi dua-duanya diklaim memiliki coverage yang 'super'. Sesuai dengan namanya.

Setelah bingung memutuskan mana yang mau gue beli, akhirnya gue eksekusi yang varian rose gold. Dengan alasan harganya lebih murah, warna kemasannya lebih keliatan mewah (rose gold booo...), dan gue ngerasa gak butuh-butuh matte coverage amat. BB Cushion ini gue beli di sebuah seller di Tokopedia dengan harga sekitar Rp. 190.000. Dari mana gue tau seller ini gak jual yang palsu? Feeling.









Untuk kemasannya standar aja kayak BB Cushion pada umumnya. Kotak dan cushionnya memiliki perpaduan warna rose gold dan krem yang cantik banget dan kesannya mewah pula. Di bagian dalamnya terdapat kaca yang cukup bermartabat, dan juga sekat yang memisahkan antara bantalan/cushion dan spon-nya. Untuk memastikan cushion masih perawan atau nggak, cukup pastikan aja kalau label kertas yang menutupi cushion masih menempel dengan baik.

Maybelline Super BB Cushion ini cuma terdiri dari dua pilihan warna yaitu Light dan Natural, yang mana menurut gue dua-duanya cuma masuk buat yang punya kulit terang. 





REVIEW-MAYBELLINE-SUPER-BB-CUSHION-ESYBABSY
Cushion gue masih perawan...




Cushion memiliki aplikator khusus yang suka disebut dengan air cushion puff. Konon sponge model begini bisa hasilnya lebih smooth, flawless, dewy, dan ada efek airbrush-nya. Walau semua itu menurut gue tergantung dari tangan masing-masing juga sih. Bau atau ngga. Hehehe... Untuk cara pakainya sih tinggal press aja puff ini ke cushion lalu tepuk-tepuk ke wajah. Ditepuk ya. Bukan digeser.



REVIEW-MAYBELLINE-SUPER-BB-CUSHION-ESYBABSY
Heavy swatch/unblended


Untuk warna Light undertone-nya beige. Gak ngepink atau kuning, tapi beige. That's a good point. Sayangnya di kulit gue yang warnanya NC25, warna ini masih agak terlalu terang. Pas gue aplikasi ke muka tuh keliatan banget muka gue jadi keputihan dan lama-lama jadi kayak abu-abu. Mungkin mustinya gue pilih yang Natural aja kali ya, kayaknya gue kepedean muka gue putih deh. Sialan... Meskipun begitu hal ini lumayan ganggu karena gak semua kulit orang Indonesia itu tone-nya NC25 ke bawah. Malah rata-rata kan NC30. Jadi menurut gue pilihan shade-nya kurang friendly lah buat kulit orang kita.



REVIEW-MAYBELLINE-SUPER-BB-CUSHION-ESYBABSY
Blended

Maybelline Super BB Cushion hasilnya di muka gue pas antara dewy dan matte. Dia juga bertahan dengan cukup baik seharian di kulit gue yang kondisinya lagi normal-dry tanpa bantuan bedak lagi. Cuma pas akhir hari dia agak pecah di pinggiran hidung. 

Untuk teksturnya sendiri bisa dibilang creamy/agak kental jadi diblend-nya tuh agak seret. Mungkin karena dia diklaim punya coverage yang tinggi yah, makanya dia agak susah diblend kalo pake air puff bawaannya. Coverage nya sendiri bisa dibilang medium, cukup bagus lah untuk ukuran BB cushion. Dia bisa menutup bekas jerawat ringan atau dark spot. Tapi untuk kantong mata gue yang parah itemnya, gue butuh bantuan concealer lagi.